Monday, August 24, 2009

Kembali ke Jakarta 3

Bismillahirrahmanirrahim kita lanjutkan cerita Kembali ke Jakartanya..

Anggun dan cantik. Kesan itulah yang kutangkap dari perubahan pada kakakku Ida yang telah dirias oleh bu Lurah *bulu apa yang bias merias pengantin?.....ehm..Ya Bulurah…hihihihi* Kawan-kawan, cantik tak kakakku? Nah Ini gambarnya..



Kedip mas!
Rombongan pengantin datang diiringi gending, tapi hanya suaranya saja. Lewat kaset gitu. Eh CD player.

“Ning nong ning gung…ning nong ning gung….ning nong ning gung…ning ning gung…”

Tokoh masyarakat yang tadi membawakan acara walimahan kini hadir kembali tetap dengan tidak mau disebutkan jati dirinya. *Tiyang kampung niku malu-malu, tapi mudah-mudahan maluin*

“Sugeng wilujeng dumateng rombongan penganten jaler saking Warulor…sumonggo lenggahan wonten kursi ingkang sampun dipun siapaken..” tokoh itu mempersilakan dengan ramah.

Rombongan yang datang langsung dibekali bekal nasi box sterofom denga lauk yang lengkap dan minuman serta buah sebagai pencuci mulut.*kalau aku lebih setuju boxnya jangan pake sterofom karena tidak ramah lingkungan*
pake apa dunk wong tunjung?*pake daon pisang..hehehehe* bener juga biar ga diomelin kang alamendah….

Seperti halnya walimahan, disini acaranya sambutan-sambutan dari pihak pria dan pengantin wanita serta tausiyah dari Pak Kyai yang di undang khusus berbicara masalah nikah. *kayaknya yang namanya sambutan kok ga pernah lepas ya dari cerita ini*.



Selain itu ada acara adat jawa yang seru dalam resepsi ini. Ialah “Tumplek Punjen”. Ritual ini bermaksud mengundang kepada seluruh manusia yang hadir pada acara resepsi meniko untuk menyisihkan dan memberikan bekal kepada kedua mempelai dalam menjalani hidup yang baru. Bekal itu berupa sejumlah uang yang di masukkan ke dalam kantong kain *bukan kantong doraemon..*.
Lha kantong itu sendiri dipegangi sama kak Ida dan Mas Hasim beserta Ibunya mas Hasim dan ibunya kak Ida.*bilang saja Ibumu..* Setelah semuanya memberikan bekal maka kantong tersebut di tumpahkan ke tampah.
Dan kruyuuuuukkk….crik..crik….criiik…Recehan logam, uang kertas ribuan gocengan sepuluh ribu duapuluh ribu lima puluh ribu tumpah ke tampah..*Yeyeyeyeeye dapat duit banyak,,sayang tak ada cepekan ribu. Kalo begini mau dong nikah berkali-kali…hehehehe*

Acara yang lainnya pastinya adalah makan-makan…*yeye makan,,,yeye makan!* Makan saja yang kau pikirkan , wong tunjung? Dan juga foto-foto. Pengantin sungkem kepada ibu dan bapak secara bergantian, lalu aku juga ikut foto bareng kakak-kakak kesayanganku. Sayang kakakku yang pernah kuceritakan di Sepeda Jengki sakit. Badannya panas, suaranya serak dan malah masuk kategori habis suaranya. *Nyaris tak terdengar.* Perutnya juga katanya mules dan perih.

Jam 17 teng. Tepat waktu kakakku yang dari kebumen pamitan pada ibuku serta dasir. Mereka akan balik bersama keponakanku sigading kecil. Kami berpelukkan dan saling meminta maaf serta saling mendoakan. Naik mobil sewaan mereka berangkat ke sana. Selamat jalan duhai kakakku, semoga selamt sampai tujuan dan sukses selalu menyertaimu..amiinn

Keramaian itu berubah menjadi sepi seiring kembalinya rombongan pengantin pria dan kepulangan kakakku. Tugasku kembali adlah merapikan lokasi dan mencuci peralatan makan seperti gelas dan piring kotor serta perlengkapan dapur macam wajan, baskom, panic dan tetekbengeknya. Sampai maghrib aku jongkok mencuci gelas ratusan dan piring juga ratusan. Hehe..kesemutan kakiku….*kenapa nyuci sendiri?* Ibu-ibu dan para rewang (yang Bantu) sudah pada pulang, mereka kecapekan. Terima kasihku untuk semua yang ikut rewang entah yang masak, mencuci piring, maupun yang lainnya. Jazakumullahu khairan katsiro *Wa Iyakum..*

Bersambung ke Balik Kloso….Esook hari..



Saturday, August 22, 2009

Kembali ke Jakarta 2

Kulangkahi pundak para ibu-ibu itu. Ke toilet lalu ke kamar, ganti baju lalu keluar lagi. Pagi ini acaranya adalah walimatul ursyi. Setahuku maksudnya adalah mengumumkan bahwa sepasang manusia telah menikah.

Biasanya walimatul ursyi dilaksanakan berbarengan dengan ijab qabul. Namun karena akad nikah telah dì langsungkan seminggu sebelumnya maka walimatul ursyi dilaksanakan hanya ucapan dari pihak lelaki lalu perempuan, mauidloh hasanah, doa dan yang terpenting adalah pembagian berkat. Ini penting. Sebab tanpa berkat acara bukan walimatul ursyi lagi tapi sekedar pengumuman dan foto-foto. Acara sebenarnya akan dikaksanakan pukul 6. Tapi ternyata pihak laki-laki belum datan hingga pukul 7 kurang seperempat. *jam berapa tuh?* tau.

Aku sebagai lelaki di rumah selain ayahku, *karena kakak lelaki pertama belum datang dari kebumen yang satunya masih ditugasi ke pasar membelì daging* diminta menghubungi penganten pria.
"Aduh, lha aku tak punya nomer hapenya pengantin pria!" keluhku.
"Njaluk mb Ida." kata bibiku.
Aku menuju kamar mb Ida yang sedang dirias oleh bu Lurah.*aku ndak ngerti, kok mau ya bu lurah ndandani mb ida?* ya karena memang dia tukang rias didesaku.

Aku keluar mencari kak Fani. Karena ia yang tahu nomer hape kakaknya calon kakak iparku. Lari ke sana, lari ke sini. Dia tak ada. Rupanya kak Fani sedang mengantarkan makanan ke rumah bibiku. Kulihat hape kak Fani tergeletak di lemari. Kuambil dan kubawa ke dapur. Kutanyakan pada suami kak Fani siapa nama kakaknya Mas Hasim(nama calon kakak iparku).

"Mbak Up" kata mas ozan.
Aku keluar dari dapur. Segera kucalling Mbak Up.
"Nomer yang anda tuju sedang tidak aktif!" bunyi dari seberang.
"Mas Ozan, sopo meneh sing iso dihubungi?" tanyaku dengan nada rada tinggi.
"Ar..arwani!" sahut ibuku.

Tulalit..tutulitot..
"Tuut..tuut..tuut..Hallo?"
"Niki mas Arwani gih?" tanyaku yang memang belum pernah bertemu dengannya.
"Gih, niki sinten?" jawabnya.
"Muddasir adiknya mbak Ida. Mas, mriku pun siap dereng?"
"Dereng.."
"Lha pripun? Wong mriki pun ngentosh wet mau jam 6. Kiro2 pirang menit malih gih?" cercaku.
"Yo piro yo? Limolas menit malih nembe mangkat."
"Yo mpun, matur nuwun mas. Kulo ntosi gih, wassalamu'alaikum." kututup telponnya.

Segera ku melapor pada ayahandaku yang sedang berunding dengan tokoh masyarakat yang mulai gerah menunggu.
Sesaat setelah laporan tadi, tokoh masyarakat tadi yang sengaja kusembunyikan namanya memulai acara walimatul ursyi kak Ida tanpa kehadiran pihak pria.

Ayahku berani memutuskan begitu dengan pertimbangan. Pertama, acara ini bukan akad nikah tapi cuma walimahan. Kedua, para hadirin walimahan akan bekerja jam 7 nya. Ketiga, nanti jika pengantin datang jelaskan sebagaimana keterangan pertama dan kedua. Tokoh masyarakat yang lain sekaligus ustadz di desaku diminta ayahku menyampaikan sedikit ceramah.
Ketika ceramah kelar, 'berkat' dibagikan kepada para walimatuler*maksudmu para hadirin,,gaya loe ditambahin 'er' dibelakangnya!*.

Berkat telah rata dibagikan, dan doapun dipanjatkan.
Walimatuler pulang dengan menenteng berkat yang berbentuk kotak terbuat dari anyaman bambu. Isinya nasi dengan lauk megönö, tempe goreng, sate kambing, telur ayam rebus berkulit dan kerupuk.

15 menit kemudian datang rombongan pengantin yang suka ama yang molor-molor. Merekapun tetap dijamu ayahku dengan ramah. Ehm, ayahku hebat. Dalam jamuan tuh, ada sambutan pihak laki-laki dan sambutan pihak perempuan. Intinya adalah makan-makan dan foto-foto. Sayang fotonya aku tidak punya, karena pas kembali ke Jakarta belum diafdruk.

Bersih-bersih aku lakukan bersama kakak-kakakku yang datang dari kebumen.
Istirahat bentar sampai pukul 9.30. Habis itu kami mempersiapkan area untuk resepsi. Rencananya jam 1 siang resepsi akan dilaksanakan. Tapi kami semua berpikir, paling ngaret lagi.

Pas lamaran katanya mau datang jam 3 sore nyatanya jam 5 baru datang.

Pas akad nikah janjinya akan hadir jam 8 pagi. Buktinya jam 9 baru muncul. Penghulu yang sudah tiba dari 8 kurang juga sempat pergi untuk menikahkan ditempat lain. Jadi pas dia datang sudah dinikahkan oleh Pak Kyai dan penghulu tinggal mencatatnya.

Sekali molor tetap molor. Kami yang sudah siap menanti dari jam 1 dibuat duduk manis sampai setengah tiga.

Kakakku yang telah cantik harus dibedakin ulang karena luntur. Apalagi si gading kecil, sudah mulai berantakan make-up nya. Aku harus mengendalikan keduanya yang meskipun telah cantik masih saja berlari-lari tak takut jatuh.

Sambung lain kali lagi ya..nuhun

Friday, August 21, 2009

Yakinku melebihi keadaanku..

Ramadhanku terbagi dalam 3 bagian. Rahmat Alloh di 1/3 Ramadhanku, AmpunanNya di sepertiga yang kedua dan aku berdoa semoga aku mencapai idquminannar (dibebaskan dari api neraka) yang terletak di sepertiga ramadhanku

Aku yakin aku akan melewatinya dengan amalan ibadah mahdloh dan ghairu mahdloh.
Aku yakin aku bisa beramal dalam skala besar dan kecil.
Aku ingin banyak bersedekah.
Aku ìngin puasaku penuh sebulan tanpa lubang, tanpa cela.
Aku yakin bisa khatam Alquran.
Aku yakin aku akan rajin tahajjud.

Aku yakin aku tidak termasuk dalam golongan yang hanya mendapatkan lapar dan dahaga.
Aku yakin bahwa diriku adalah umat Rasulullah yang bahagia dengan datangnya bulan ramadhan. Dan aku sadar kalau yakinku melebìhi aku. Tapi aku lebih yakin bahwa Tuhan yang wajìb di sembah hanya Satu yaitu Alloh Azza wa Jalla.
La Ilaa ha illallah Muhammadarasulullah.

Ya Alloh terima kasih aku panjatkan kepadaMu karena tanpaMu aku tak mungkin hidup hingga sekarang. Aku bersyukur karena Engkau masih memberikan kesempatan padaku untuk bertemu Ramadhan tahun ini. Hari ini Engkau membahagiakanku dengan kembalinya blogku sehat sediakala.

Ya Alloh ya Tuhanku aku bersyukur atas rahmatMu selama ini berupa kesehatan, umur yang panjang , kesempatan, rizqi yang lancar dan barokah.

Ya Alloh ya Rabbi aku bersyukur karena Engkau menjadikanku seorang Muslim. Memberiku Orang tua yang baik yang mampu mendidikku menjadi seorang muslim yang taat, terima kasih ya Alloh Engkau telah memberiku kakak, sahabat, teman, dan tetangga yang baik pula.

Ya Alloh ya Tuhanku..Engkau Tuhanku dan aku hambaMu. Janganlah Engkau sesatkan aku setelah Engkau beri aku petunjuk.

Ya Alloh,,Tiada Tuhan yang pantas di sembah bilhaq kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku telah berbuat dzalim.

Ya Alloh, ampunilah dosaku, yang kecil dan yang besar, yang lalu, yang sekarang dan yang akan datang, yang lahir maupun yang batin, yang sengaja ataupun yang tidak disengaja.

Ya Alloh, lindungilah aku dari siksa kubur dan siksa neraka jahannam, fitnah hidup dan mati serta dari fitnah Dajjal.

Ya Alloh kabulkanlah doaku..
Aminn ya rabbal'alamin..

Related Post

Related Posts with Thumbnails