Thursday, July 30, 2009

Mutiara di Ujung Pelupuk Mata

Lanjutan kisah yang sebelumnya....Jika belum baca yang kemarin bisa dilihat di arsip....
Pukul 08.30 wib, Ainah gelisah, suaminya belum juga pulang. Padahal waktu yang harus ditempuh dari rumah ke poliklinik ± 30 menit. Biasanya mereka bahkan berangkat lebih pagi supaya tidak buru-buru di jalannya.
“Nggrengngng....nggrengng......BIP..bip..

Bunyi motor suaminya pulang pukul 08.33 wib. Lewat beberapa menit dari jam yang dijanjikan.
“Kenapa lama suamiku?” tanya Ainah.
“Tadi pukul 8 daganganku belum habis, jadi aku keliling-keliling dulu. Dan di perjalanan aku malah menyenggol bapak-bapak yang sedang naik sepeda. Jadi kuurus dulu beliau, tapi alhamdulillah cuma lecet-lecet dan tak perlu kubawa ke Rumah Sakit dan

kukasih uang Rp 30.000,- untuk berobat. Alhamdulillahnya dia menerima. Dan sekarang uang keuntungan dagangan buat periksa kamu berkurang Rp 30.000,- sedang keuntungan kita hari ini hanya tingggal Rp 10.000,-. Kau coba pinjam uang dulu sama tetangga sambil aku ganti baju! Selain itu tadi aku nabrak ayam bapak-bapak. Sudah kuganti dengan ayam yang tadi kubeli di pasar!!” Qorob menjelaskan dengan nada tegas.
“Ya begitulah orang Indonesia sudah kehilangan uang Rp 30.000,- masih bilang alkhamdulillah!” gerutu Ainah.
“Ya daripada kehilangan ratusan ribu untuk sidang atau berobat ke Rumah Sakit, kan mending ha-nya Rp 30.000,-. Soalnya tadi sempet dilihat Polisi. Sudah cepat berangkat pinjam uang, kita sudah terlambat nih!!!” gertak Qorob.
“Mus, tolong turunin keranjang dari motor, cepat!!! Soalnya mau aku pakai buat periksa Mbak Ainah,” perintah Qorob pada karyawannya.
“Ya Mas!”
Sepeda motor HONDA Supra X second 6 bulan yang merupakan generasi SUPRA series keluaran tahun 2002 itu meluncur ke Poliklinik dengan kecepatannya 50 km/jam. 30 menit kemudian mereka sampai di Poliklinik. Ketika sampai di sana, dr. Pandopotan Batubara sudah bersiap-siap berangkat ke tempat praktek yang lain. Sambil membuka helm, ia menyapa dokter.
“Maaf Dok, kami terlambat!”
“Tak apa-apa, syukur kalian terlambat tidak lebih dari 5 menit. Coba kalian datang 1 menit lagi, pasti aku sudah tak ada di sini. Ainah, mari masuk! Akan kuperiksa janinmu!”
Diperiksanya kandungan Ainah oleh dr. Pandopotan Batubara dengan bulatan seperti pesawat UFO yang terhubung dengan kabel yang dicolokkan ke kedua lubang telinga dokter alias STETOSKOP. Ia mengecek detak jantung Ainah dan bayinya. Tak lupa tekanan darah juga dicek serta di USGnya janin untuk mengetahui perkembangan fisik janin. Sebelumnya berat badan Ainah juga ditimbang. Setelah pemeriksaan selesai, Qorob diminta masuk ke ruangan untuk diberitahukan perkembangan janin anaknya.
“Pak Qorob dan Bu Ainah, kandungannya ini agak terganggu. Posisinya bisa sungsang kalau tidak segera dikembalikan. Mungkin ini akibat tegesa-gesa waktu ke sini. Nanti untuk pemeriksaan berikutnya kalau bisa jangan buru-buru seperti tadi. Agar janin tidak mengalami gangguan yang berarti. Untuk mengembalikan posisi janin, Bu Ainah bisa lebih sering melakukan olah raga, tapi sebenarnya ada cara yang lebih terbukti dapat mengembalikan posisi bayi yang sungsang dan ini sesuai dengan agama Mbak Ainah yaitu sholat, khususnya pada saat sujud. Kalau bisa saya sarankan Mbak Ainah sering melakukan sholat yang malam-malam itu yang katanya dianjurkan untuk sujud lebih lama. Tapi aku lupa apa nama sholat itu. Apa ya namanya? Kalau tidak salah namanya sholat...........sholat......!”
Sholat Tahajud, Dok!”
“Iya betul, maaf aku bukan seorang muslim jadi kurang tahu,” kata dokter Pandopotan
“Tak apa-apa dok!”
“Ya di samping itu jangan lupa obatnya diminum bareng vitamin untuk janin serta jangan terlalu capek ya, untuk porsi makannya dipertahankan karena pertambahan berat badan janin sangat ba-gus. Pasti makannya yang bervitamin ya Bu? Itu bagus seperti sayuran hijau dan buah-buahan daging dan telur ayam itu bagus lho Bu, termasuk ikan laut kalau bisa dikonsumsi juga ya Bu!!” nasihat dokter yang bergaya flamboyan itu yang kurang lebih usianya 55 tahun. Dengan rambut putih yang tinggal sepertiga di kepalanya. Mungkin akibat sering berpikir waktu kuliahnya dulu.
“Ya dok, terima kasih atas nasihatnya. Oh ya dok, ini uang berobat hari ini!”
“Terima kasih Pak Qorob! Maaf aku tak bisa berlama-lama, karena harus memeriksa pasien yang lain di tempat praktekku di Kutowinangun.”
“Sama-sama Dok, kami juga berterima kasih atas kesediaan Dokter menunggu kami yang datang terlambat walaupun hanya 5 menit. Mari Dok, kami permisi. Selamat siang!!”
“Selamat siang juga, Pak!”
Seusai pemeriksaan, Ainah dan Qorob pulang dengan santai dan tenang serta tidak terbu-ru-buru. Karena untuk menjaga kondisi janin dalam kandungan Ainah. Sambil mengendarai Supra X-nya ia menyusuri jalanan aspal Prembun yang mulai memanas karena tersengat matahari. Pa-nasnya terasa di kepala. Alhamdulillah mereka pakai helm dan jaket sehingga kulit kepala dan tangan terlindung dari pembakaran sinar ultra violet yang mulai menerobos dengan leluasa ke lapisan atmosfer bumi karena makin melebarnya lubang ozon akibat pemanasan global dan gas rumah kaca. Itu juga tak terlepas dari makin bertambahnya kendaraan sepeda motor dan mobil. Untungnya motor 4 langkah (tak) Honda Supra X yang dipakai Qorob telah berstandard internasional yang ramah lingkungan dan minim polusi. Sebenarnya sih asapnya tetap menimbulkan polusi namun di bawah angka yang berbahaya. Itulah salah satu keunggulan motor honda yang memelopori sepedar motor 4 tak di Indonesia sebelum pabrikan yang lain menirunya. Motor Supra X inilah yang berjasa dalam menemani perjuangan Qorob berdagang tempe. Naik gunung setiap pagi dan siangnya turun gunung setelah dagangannya habis. Setiap hari ia jalani kegiatan itu, sehingga kegiatan naik turun gunung itu seolah menjadi ujian bagi ketahanan fisiknya dan ketangguhan bagi sepeda motor pabrikan Jepang yang telah berproduksi di Indonesia semenjak tahun 1971 tersebut. Walaupun sebenarnya bisa dikatakan motor itu sudah tak lagi di produksi oleh Jepang. Apa sebab? Sebabnya karena semua kegiatan produksi mulai dari manufacturing atau pembuatan cetakannya baik cetakan cover-cover plastiknya maupun cover-cover mesinnya serta bagian-bagiannya hingga perakitannya yang memang dari dulu dilakukan di Indonesia. Atau spare part-spare partnya juga diproduksi di Indonesia. Seperti shockbacker, kanvas rem, lampu, rantai, spion, speedometer, sticker ataupun yang lainnya sebenarnya sudah diproduksi di Indonesia namun tetap dengan standar Jepang dan standar ukuran Internasional. Sehingga tetaplah produk-produk Honda adalah produk-produk unggulan dan berkualitas dan ditahun 2007 bulan November tanggal 30 terbukti Honda mampu berproduksi yang ke 20 juta.
Selain naik gunung dan turun gunung, jalanan yang dilalui untuk berdagang juga tak mulus. Penuh bebatuan dan kerikil serta kadang-kadang berlumpur seperti arena off-road. Tak cukup jalanan jelek dan pegunungan yang menjadi ujian bagi sepeda motor berbahan bakar bensin itu saja, bahkan beban dagangan Qorob setiap hari seberat 80 kg pun menjadi makanan ujian ketahanan frame Supra X berstripping kuning itu. Andaikan frame motor tersebut tak cukup kuat pastilah motor tersebut tak akan bertahan hingga sekarang. Seperti motornya yang dulu ia pakai. Tadinya ia memang cukup puas dengan motor yang sama-sama pabrikan Jepang tersebut. Kepuasan tersebut ia dapatkan karena kecepatannya dan framenya juga cukup kuat. Sehingga ia bisa cepat sampai ke pasar. Namun seiring bertambahnya barang dagangannya dan kurang bersahabatnya motor tesebut dengan kantong uang untuk membeli bahan bakar minyak premium bagi sepeda motor tersebut akhirnya ia memutuskan beralih ke motor yang lebih bersahabat dengan kantongnya dan motor yang lebih tinggi karena motornya yang dulu begitu imut yang terkesan lebih cocok untuk pacaran saja daripada untuk berdagang. Memang dulu ia berdagang dengan peti kayu untuk membawa tempe yang ia ikat di jok belakang. Tapi itu sewaktu dagangannya bisa dibawa dengan peti atau hanya 40 kg. Sekarang daganganya 80 kg.
Sesampainya di rumah Ainah langsung istirahat. Sebelumnya ia sholat dhuhur terlebih dulu. Tak lupa ia berdoa untuk kesehatan janinnya dan kelancaran dagang suaminya. Rasa pegal di sekujur badan karena duduk di atas Supra X sambil menahan perutnya yang makin membesar, ia coba hilangkan dengan berbaring di atas kasur pegas di kamarnya. Sedangkan Qorob belum bisa langsung istirahat karena harus membantu karyawannya membungkus kedelai yang akan dijual 2 hari berikutnya ke dalam kantong plastik dan daun pisang.
Waktu terus berjalan, derita dan manisnya mengandung bayi yang Ainah dapatkan di hadapinya dengan sabar dan tabah serta tidak banyak mengeluh. Sedangkan Qorob, selalu menghibur dan melayani sang istri yang bisa dikatakan pesakitan dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Ia pun menghibur dirinya sendiri dengan bersilaturrahmi ke rumah kakaknya di Karanganyar 50 km dari Prembun. Tapi masih dalam lingkup kabupaten Kebumen. Kepada kakaknya ia mencurahkan segala kesedihan dan penderitaan serta pengalaman hidupnya. Kadang ia meminjam uang Rp 500.000,- untuk biaya pemeriksaan karena dagangannya yang tidak habis. Tentunya setelah berembug dan meminta izin kepada istrinya yang begitu pengertian dan tidak cerewet. Itu dilakukan untuk menjaga rasa saling percaya diantara pasangan muda itu.

(Maaf sobat)Aku belum ingin cerita ini selesai jadi mohon besok ke sini lagi, tenang gratis kok, paling bayar buat ngenetnya doank hehehehe....salam sayang, hangat, cinta damai, senyum.....

8 comments:

  1. Tuan rumah yang stu ini memang kurang ajar. Mentangg2 tidak pernah dpat pertamax...langsung aja koment...HEHEHEHEHE
    Solar ama premium masih ada..MAU??

    ReplyDelete
  2. Wah, wis kadhung mlebu kamar komeng urung maca tulisane mas, mohon mangap ya. Semoga sehat selalu dan lancar usahanya.
    ======
    Mohon sampaiken salam buat mas Rigih, aku sudah bolak-balik ke kamar komengnya tapi selalu gagal, tidak bisa diklik n masuk kamar komenge, nggak seperti di tempat Ustad Dasier ini :D (sungguhakupenginbisamasukkamarkomengemasRigihdotcommas)

    ReplyDelete
  3. matur nuwun pak guru sudah bersedia menjenguk ananda,kulo kiyambak drg silaturahim ten mriko pak..kepanjangan gih pak carios saking ananda..?

    ReplyDelete
  4. matur nuwun pak guru sudah bersedia menjenguk ananda,kulo kiyambak drg silaturahim ten mriko pak..kepanjangan gih pak carios saking ananda..?

    ReplyDelete
  5. Wahh ini blognya tentang cerita bersambung ya? keren...keren... two thumbs up..

    ReplyDelete
  6. Terimakasih dah berkunjung..yah sedang belajar nulis mas..eh ini mas ato mbak ato ibu ato bpk?
    Hehehehe..

    ReplyDelete
  7. Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk sahabatku yang terchayaaaank

    Waduh.. hebaaaat mas

    ReplyDelete
  8. Salam sayang juga kang,,,
    komentar apa ngigau atuh kang..masa jam dua pagi..
    ups salah bicara..bukannya ucapin terima kasih sudah dikunjungin..
    Hatur nuwun wa jazakumullahu khairan katsiroo dasir ucapkan kagem saudara dasir, kangboed....

    ReplyDelete

Sahabat katakan sesuatu untuk dasir..perkataanmu kan memotivasiku untuk terus berkarya...

Related Post

Related Posts with Thumbnails